Selasa, 23 Oktober 2012

Pendorong Manusia Hidup bermasyarakat (Tugas ISBD)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Manusia dikatakan sebagai makhluk Individu dan makhluk Sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Sedangkan manusia dikatakan sebagai makhluk social artinya tidak dapat berdiri sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.


1.2  Rumusan Masalah
·         Apa yang menjadi pendorong manusia untuk hidup bermasyarakat ?


1.3  Tujuan Penulisan
·         Untuk memahami bahwa manusia itu sebagai makhluk social.
·         Untuk mengetahui factor apa saja yang menyebabkan manusia hidup bermasyarakat.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Manusia sebagai makhluk individu dan social
Sebelumnya sudah dikemukakan bahwa manusia adalah mahluk individu dan juga mahluk sosial. Sebagai mahluk individu dan sekaligus sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, karena merupakan satu kesatuan utuh dalam diri manusia. Tidak mungkin manusia secara individu berkembang tanpa ada lingkungan atau tempat untuk berkembang dan berinteraksi. Manusia sejak lahir sampai mati selalu hidup dalam masyarakat, tidak mungkin manusia hidup di luar masyarakat. Aristoteles mengatakan bahwa mahluk hidup yang tidak hidup dalam masyarakat adalah ia sebagai seorang malaikat atau seorang hewan (Hartomo, 2004 75). Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebagai bahan kajian bahwa manusia memang betul mahluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitar. Lingkungan dapat membentuk kepribadian dan prilaku manusia dalam perkembangan dirinya. Hasil penelitian yang pernah dilakukan seperti pada tahun 1828 ditemukan seorang bayi yang telah menjadi anak dalam sebuah gua tertutup selama 18 tahun setelah dibuka anak tersebut sangat bingung dan terkejut melihat keadaan kota. Ia berjalan diatas empat kaki dan tidak dapat berbicara, dan sifat anak itu tidak ubahnya seperti rusa masuk kampung. Anak tersebut bernama Casper Hauser, anak seorang petani. Juga di Amerika dalam tahun 1938, seorang anak berumur 5 tahun kedapatan di atas loteng. Karena terasing dari lingkungan dia meskipun umur 5 tahun belum juga dapat berjalan dan bercakap-cakap. Jadi jelas bahwa manusia meskipun mempunyai bakat dan kemampuan, namun bakat tersebut tidak dapat berkembang, jika tidak ada lingkungan. Itulah sebabnya manusia dikatakan serba tidak bias atau sebagai makhluk lemah.

2.2 Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat 
  1. Adanya dorongan-dorongan atau hasrat-hasrat yang merupakan unsur-unsur kejiwaan.
  2. Faktor-faktor psikis  yang mempengaruhi manusia dalam bergaul dengan manusia lainnya didalam hidup bermasyarakat.
  3. Faktor hasrat harga diri dengan hasrat hidup dengan manusia lain.
  4. Hasrat ingin berkuasa.
  5. Adanya kenyataan manusia itu adalah serba tidak bisa atau sebagai makhluk lemah.
  6. Karena terjadinya ‘Habit’ pada tiap-tiap diri manusia.
  7. Adanya dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan.
  8. Adanya kesamaan keturunan, kesamaan teritorial, kesamaan cita-cita, kesamaan nasib, kesamaan kebudayaan.
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan

Ada beberapa factor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat, yaitu factor psikis, factor harga diri, keinginan untuk berkuasa, menyadari bahwa manusia sebagai makhluk lemah, dorongan untuk mengembangkan keturunan, adanya kesamaan teritorial, kesamaan cita-cita, kesamaan nasib, kesamaan kebudayaan.

3.2 Saran
            Sebagai makluk social dan cenderung hidup bermasyarakat diharapkan manusia itu dapat taat pada aturan yang ada. Agar tercipta lingkungan yang harmonis antar sesama manusia hendaknya timbul rasa saling menghargai, menghormati, dan menyayangi di lingkungan masyarakat tersebut.
           




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar